Bentuk Parafrasenya :
Sepisau luka sepisau duri merupakan bentuk suat luka yang sangat
dalam yang pernah dialami, penggambaran dari dosa yang telah dilakukan dan
membuat penyesalan yang mendalam,kerena dosa yang telah dilakukan
membuat perenungan dalam kesendirian, ketika kesendirian itu yang
dirasakan hanyalah penyesalan sepisaupa sepisaupi pelukisan akan pisau
dan sepi seolah-olah kesendirian yang menyakitkan, sepisapanya sepikau
sepi disini takadalagi sapaan kerena kesepian yang telah dialami,
sepisaupa sepisaupi pengulangan kata ini adalah penguatan tentang
kesepian, sepikul diri keranjang duri adalah siksaan kesepian yang
dialami sendiri dan harus ditanggung olehnya tanpa seorangpun yang
membantu, sepisaupa sepisaupi penguatan kesepian yang dialami
terulang-ulang sampai akhir yang selalu mendramatisir kisah kesendirian
ini, sampai pisauNya ke dalam nyanyi kesedihan akan kesepian selalu
menghantui diri selamanya seakan-akan irama kesepian bagai lagu dalam
hati.
Ciri - cirinya :
- Pengungkapan kata merupakan penggambaran suasana hati sang penulis
- Kata sepisaupa sepisaupi diulang bermaksud untuk mendramatisir kisah kesendirian penyair
Sabtu, 25 Oktober 2014
SEPISAUPI
SEPISAUPI
Sepikul dosa sepukau sepi
Sepisau duka serisau diri
Sepisau sepi sepisau nyanyi
Sepisaupa sepisaupi
Sepisapanya sepikau sepi
Sepisaupa sepisaupi
Sepikul diri keranjang duri
Sepisaupa sepisaupi
Sepisaupa sepisaupi
Sepisaupa sepisaupi
Sampai pisauNya ke dalam nyanyi
Karya : Sutardji Calzoum Bachri
Sepisau luka sepisau duriSepikul dosa sepukau sepi
Sepisau duka serisau diri
Sepisau sepi sepisau nyanyi
Sepisaupa sepisaupi
Sepisapanya sepikau sepi
Sepisaupa sepisaupi
Sepikul diri keranjang duri
Sepisaupa sepisaupi
Sepisaupa sepisaupi
Sepisaupa sepisaupi
Sampai pisauNya ke dalam nyanyi
Selasa, 23 September 2014
Andai Ku Bisa
Andaikan ku bisa..
Kan ku bawa dirimu ke angkasa
Melihat bintang yang bertaburan
Melihat indahnya bulan saat malam datang
Andaikan ku bisa..
Kan ku hitung banyaknya bintang
Agar kamu tahu
Cintaku tak terhitung untukmu
Andaikan ku bisa..
Kan ku ajak kamu keliling dunia
Mengarungi luasnya samudera
Yang tak terkira
Andaikan ku bisa..
Ku bawa dirimu ke dasar samudera
Agar kamu tahu
Sedalam itu aku mencintaimu
Kasih..
Aku hanyalah manusia biasa
Semua hanya ilusi semata
Mungkin aku tak sesempurna yang kamu pinta
Tapi aku punya cinta
Yang melebihi segalanya
Tapi percayalah kasih
Jika saatnya tiba
Kan kubawa kamu ke dalam istana
Istana cinta kita
Menggapai kesempurnaan cinta berdua
Bahagia untuk selamanya
Kan ku bawa dirimu ke angkasa
Melihat bintang yang bertaburan
Melihat indahnya bulan saat malam datang
Andaikan ku bisa..
Kan ku hitung banyaknya bintang
Agar kamu tahu
Cintaku tak terhitung untukmu
Andaikan ku bisa..
Kan ku ajak kamu keliling dunia
Mengarungi luasnya samudera
Yang tak terkira
Andaikan ku bisa..
Ku bawa dirimu ke dasar samudera
Agar kamu tahu
Sedalam itu aku mencintaimu
Kasih..
Aku hanyalah manusia biasa
Semua hanya ilusi semata
Mungkin aku tak sesempurna yang kamu pinta
Tapi aku punya cinta
Yang melebihi segalanya
Tapi percayalah kasih
Jika saatnya tiba
Kan kubawa kamu ke dalam istana
Istana cinta kita
Menggapai kesempurnaan cinta berdua
Bahagia untuk selamanya
Minggu, 07 September 2014
Aku Tanpa Mu
Seperti burung yang terbang dengan satu sayap
Mampu melintas awan tapi dengan rasa sakityang tak tertahan
Seperti gelap malam yang hanya ditemani bulan, tanpa bintang
Tanpa rasi yang membentuk gugusan gugusan indah
Mampu temani jiwa jiwa sepi meski tanpa keindahan sempurna
Seperti mentari yang kehilangan kekurangan cahaya
Tak mampu menghangatkan meski mampu tuk sedikit menerangi
Seperti aku yang kehilangan setengah nyawa
Masih mampu berdiri meski raga terlalu rapuh
Terselip segumpal luka dalam senyumku
Kehilangan yang teramat perih, perih, sangat perih
Tersiksa batin, tersikssa hati, tersiksa seluruh jiwa jiwaku
Mampu melintas awan tapi dengan rasa sakityang tak tertahan
Seperti gelap malam yang hanya ditemani bulan, tanpa bintang
Tanpa rasi yang membentuk gugusan gugusan indah
Mampu temani jiwa jiwa sepi meski tanpa keindahan sempurna
Seperti mentari yang kehilangan kekurangan cahaya
Tak mampu menghangatkan meski mampu tuk sedikit menerangi
Seperti aku yang kehilangan setengah nyawa
Masih mampu berdiri meski raga terlalu rapuh
Terselip segumpal luka dalam senyumku
Kehilangan yang teramat perih, perih, sangat perih
Tersiksa batin, tersikssa hati, tersiksa seluruh jiwa jiwaku
Bidadari Tanpa Sayap
Kelembutan hatinya membuatku terpana
Melihat keindahan rembulan
Sama seperti melihat keindahan wajahnya
Sungguh kuat dia menghadapi ini semua
Menghadapi keadaannya yang begitu nyata
Merasakan penderitaannya sendirian
Dan mengukur penderitaan di atas mimpi
Walaupun dia hanya bidadari tanpa sayap
Tapi kelembutan hatinya yang membuatku merasa seperti...
Berada di atas awan
Melihat keindahan rembulan
Sama seperti melihat keindahan wajahnya
Sungguh kuat dia menghadapi ini semua
Menghadapi keadaannya yang begitu nyata
Merasakan penderitaannya sendirian
Dan mengukur penderitaan di atas mimpi
Walaupun dia hanya bidadari tanpa sayap
Tapi kelembutan hatinya yang membuatku merasa seperti...
Berada di atas awan
Rabu, 20 Agustus 2014
Puisi Asmara
SERIBU BINTANG
Malam iniMalam yang kelam
Tiada yang bisa kulihat
Selain Seribu bintang
Mungkinkah awan di langit
Menurunkan hujan
Membasahi bumi
Menyirami tanah
Walaupun jauh ku menatap
Kelana..
Raut wajah mu tak ku lihat
Senyuman mu yang indah
Tak kulihat lagi
Hari-hari yang kulalui
Kini hampa tanpa dirimu
Ku tak bisa
Cintaku takkan kembali
Karena ia dipilih untuk
Orang lain
Puisi Alam
PESONA ALAM DIENG
Ayam-ayam mulai bernyanyi
Burung-burung pun ikut bernyanyi
Saling saut paut
Menandakan adanya hari baru
Kususuri jalanan pagi ini
Dingin menusuk kalbuku
Angin yang berhembus
Semakin membuat diriku menggigil
Kupandangi sekitar
Begitu indah
Begitu tenang
Seakan aku hanya sendiri di dunia ini
Aku terpaku
Melihat eloknya hamparan pepohonan
Aku terpana
Akan indahnya gunung ini
Wahai pencipta alam
Kekagumanku sulit tuk ku pendam
Keindahan alam Gunung Dieng ini
Begitu sempurna
Seperti taman di surga
Membuat semua orang terpesona
Membuat semua orang terkesima
Keindahan alam yang tak pernah sirna
Kamis, 14 Agustus 2014
Pidato Tentang Lingkungan
Assalamualaikum wr.wb
Yang saya hormati Bapak Kepala SMP 1 BOJA .
Yang saya hormati juga Bapak dan Ibu Guru SMP 1 Boja.
Serta teman – teman yang saya sayangi.
Yang saya hormati juga Bapak dan Ibu Guru SMP 1 Boja.
Serta teman – teman yang saya sayangi.
Yang pertama, marilah kita panjatkan puja dan puji
syukur kita kehadirat Allah SWT. atas rahmat dan karunianya kita dapat
berkumpul di acara Peringatan Bulan Bahasa ini. Shalawat serta salam tak lupa
kita panjatkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. yang selalu kita
nantikan pertolongannya di akherat kelak.
Yang kedua, saya ucapkan terimakasih kepada Bapak
Ibu Guru serta teman – teman yang telah memperkenankan saya untuk menyampaikan
pidao ini. Pidato yang akan saya sampaikan berjudul “Lestarikan Budaya Bangsa Kita !”.
“Mengapa saya mengambil judul tersebut,?” karena
sering budaya bangsa kita diklaim atau diakui oleh Negara lain. Contohnya
Malaysia, Malaysia sering sekali membuat masalah dengan Negara kita. Bukan
hanya mengambil pulau – pulau kecil Negara kita, tetapi Malaysia juga mengklaim
Tari Pendet yang berasal dari Bali, juga alat musik Angklung. Bila dibiarkan
saja budaya bangsa kita akan sirna.
Ayolah.! Kita sebagai Generasi Muda Bangsa yang akan
membawa nama baik bangsa Indonesia semestinya menjaga dan melestarikan budaya
asli bangsa kita agar tetap menjadi kebanggaan bangsa INDONESIA.
Sekian pidato dari saya. Semoga dari pidato tadi
dapat kita ambil hikmahnya sehingga bermanfaat bagi hidup kita.
Saya mohon maaf jika ada kata ataupun kalimat yang
tidak berkenan di hati anda.
Sekian dan Terima kasih
Wassalamualaikum wr.wb
Langganan:
Postingan (Atom)